Tugas Etika Bisnis 2
Nama : Terisa Dyah Ayu
Ningrum
Nim :
01221093
Kelas : A01
1. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis merupakan suatu usaha
untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bermanfaat untuk masyarakat. Seorang pembisnis
akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudiaan akan mencoba
untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari situlah
seorang pembisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Seorang yang berusaha menggunakan
uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis
adalah entrepreneur. Ada juga bisnis yang tidak mempunyai motif mencari
keuntungan, seperti sekolah atau perguruan tinggi, PDAM, PLN, Puskesmas, RSUD. Walaupun
ada pembayaran dari konsumen, tetapi lebih diarahkan untuk operasional bisnis
bukan untuk mencari keuntungan bagi pemiliknya.
2. Karakteristik Profesi Bisnis
Ada beberapa
hal beberapa hal yang menjadi ciri atau sifat yang melekat pada profesi, yaitu
:
1. Adanya keahlian dan keterampilan khusus, untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik.
2. Adanya komitmen, profesi yang dijalan oleh seseorang berkomitmen moral tinggi untuk melakukan pengamdian diri kepada masyarakat.
3. Adanya perizinan, profesi yang tinggi
membutuhkan perizinan khusus untuk menjalankan profesi tersebut. Karena setiap profesi
akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, adanya nilai kemanusiaan
seperti keselamatan, keamanan dan sebagainya, jadi untuk menjalan suatu profesi
harus ada izin khusus terlebih dahulu.
4. Kaum profesional biasanya menjadi
anggota dari suatu organisasi profesi, karena adanya tuntutan tanggung jawab
terhadap segala sesuatu yang dilakukannya.
3. Pergeseran Paradigma dari Pendekatan
Stockholder ke Pendekatan Stakeholder
Dapat kita
ketahui pelaku pendekatan ini yaitu karyawan, pelanggan, investor, komukasi,
bahkan pemerintah. Oleh karena itu, suatu perusahaan harus mampu menemukan cara
untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan para pemangku kepentingan.
Pergeseran
paradigma dari pendekatan stockholder
kependekatan stakeholder dapat
diartikan sebagai sudut pandang kita yang bersifat mewadahi, menginspirasi, dan
melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Pola hubungan stakeholder, yaitu yang pertama hubungan
tidak aktif (inactive) yang arti bahwa perusahaan percaya untuk membuat
keputusan sepihak, yang kedua hubungan yang reaktif (reactive) artinya
cenderung mempertahankan diri, dan hanya bertindak ketika dipaksa melakukannya,
yang ketiga hubungan yang proaktif (proaktive) artinya perusahaan
cenderung berusaha untuk mengantisipasi
kepentingan para stakeholder, yang keempatan hubungan yang interaktif
(interaktive) artinya bahwa perusahaan memiliki hubungan berkelanjutan yang
saling menghargai , menghormati, dan saling percaya dengan para pemangku
kepentingannya.
4. Tanggungjawab Moral dan Sosial Bisnis
Dalam Dunia Perusahaan
Tanggung
jawab moral yaitu memelihara hubungan yang bertanggungjawab dengan pihak
kepentingan, serta peduli dan responsif terhadap tuntutan – tuntutannya
berdasarkan standar etika mengenai kejujuran dan keadilan. Sedangkan tanggungjawab
sosial adalah memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai laba dengan cara
yang ssesuai aturan permaiana dalam persaingan, kesopanan, serta tidak
melakukan kecurangan.
Komentar
Posting Komentar